CUAN MELIMPAH DARI TERNAK AYAM DAN IKAN LELE BUMKAL TEGALTIRTO BERBAH

 
TERNAK AYAM PETELUR OMEGA DAN IKAN LELE 
BUMKAL TEGALTIRTO TIRTOMULYO SEJAHTERA

Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Tegaltirto Tirtomulyo Sejahtera merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di kalurahan Tegaltirto Kapanewon Berbah Kabupaten Sleman. Salah satu unit usaha yang cukup menjanjikan yang dikembangkan oleh BUMKal Tegaltirto Tirtomulyo Sejahtera adalah peternakan ayam petelur omega yang di kolaborasikan dengan usaha budidaya ikan lele atau yang lebih dikenal dengan Integrated farming (sistem pertanian terpadu) berupa pendekatan pengelolaan lahan yang memadukan berbagai komponen peternakan dan perikanan dalam satu ekosistem. Sistem ini bertujuan meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan ekonomi, di mana limbah dari satu komponen menjadi input bagi komponen lainnya (misalnya, sisa makanan ternak yang terbuang menjadi makanan ikan). sehingga mengurangi biaya pakan dan hasilnya bertambah. Usaha ini memiliki potensi keuntungan yang stabil karena telur omega merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang permintaannya terus meningkat dan permintaan oleh konsumen terhadap ikan lele juga meningkat yang merupakan protein ikan paling murah.


Peternakan ayam petelur omega dan Peternakan ikan lele di bawah naungan BUMKal Tegaltirto Tirtomulyo Sejahtera, menurut Direktur Bumkal Tegaltirto Tirtomulyo Sejahtera Bernardinus Bramono Santiko Putro dapat dikelola secara kolektif oleh masyarakat Kalurahan. Selain membuka lapangan pekerjaan, usaha ini juga mampu meningkatkan pendapatan asli Kalurahan. Dengan manajemen yang baik, mulai dari pemilihan bibit ayam, pemberian pakan berkualitas, hingga pengelolaan kandang yang higienis, hasil produksi telur dapat maksimal dan berkualitas tinggi. Tetapi selama ini Peternakan ayam petelur omega dan peternakan ikan lele masih dikelola secara terpadu oleh BUMKal Tegaltirto Tirtomulyo Sejahtera


Salah satu keunggulan usaha ternak ayam petelur adalah siklus produksinya yang relatif cepat. Ayam petelur mulai menghasilkan telur pada usia sekitar 5–6 bulan dan dapat terus berproduksi selama lebih dari satu tahun. Hal ini membuat arus kas usaha menjadi lebih stabil dibandingkan dengan usaha peternakan lainnya. Dan juga hasil dari peternakan ikan lele juga dapat menambah pendapatan

Namun demikian, BUMKal juga perlu memperhatikan beberapa tantangan dalam usaha ini, seperti fluktuasi harga pakan, penyakit pada ayam dan ikan lele, serta pemasaran hasil produksi. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan bagi pengelola serta kerja sama dengan pihak terkait seperti dinas peternakan dan distributor pakan.


Dengan perencanaan yang matang dan pengelolaan yang profesional, usaha ternak ayam petelur dan peternakan ikan lele oleh BUMKal Tegaltirto Tirtomulyo Sejahtera dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Komentar